Tata Cara & Makna Jumlah Hio dalam Sembahyangan

Hio artinya harum. Yang dimaksudkan disini ialah dupa, yaitu bahan pembakar yang dapat mengeluarkan asap yang berbau sedap/harum. Dupa yang dikenal pada jaman Nabi Khongcu berwujud bubuk atau belahan kayu. Membakar dupa mengandung makna :

Jalan Suci itu berasal dari kesatuan hatiku ( Too Yu Siem Hap ), hatiku di bawa melalui keharuman dupa ( Siem Ka Hiang Thwan )..
Selain itu dupa juga untuk Menentramkan pikiran, memudahkan konsentrasi, meditasi.
Pendek kata mitologi DUPA ialah untuk menyampaikan/mengirimkan doa kita melalui wewangian/asap yang terus menjunjung tinggi hingga ke segala arah.
Tata cara sembayang rakyat jelata alias minjian xinyang, secara umum sembayang dibagi 3 tata cara, yaitu cara Buddha Mahayana, Kong Hu Cu dan Tao. Semuanya menggunakan satu atau tiga batang hio.
Susunan meja sembayang secara umum :
Teh, air putih , arak ( ciri Tao , Khong Hu Cu ), lambang Taiji YinYang, air putih lambang Taichi, teh lambang Yin, arak lambang Yang.
Lima macam buah atau lima warna , lambang lima unsur.
Kalau agama Buddha , ada yang kaitkan sama 5 Dhyani Buddha.
Tiga batang hio lambang San Cai / Sanguan / Taiji Liangyi, Triratna, Sanqing.
Satu batang hio lambang Taiyi, Dao Cara Penghormatan :
Kepalan yg membentuk delapan kebajikan dan orang tua /cara Khonghucu.
Kepalan yg membentuk bola Taiji / menggenggam Taiji / cara Tao.
Anjali atau merangkapkan kedua telapak tangan/cara Buddha.
Tiga arti Pai.
Pai pertama membalas jasa Langit dan Bumi / yi bai baoda tiandi en
Pai kedua membalas jasa orang tua /er /zhai bai baodao fumu en
Pai ketiga membalas jasa para guru /san bai baodao enshi en

Tambahan menurut Xuan Tong :

Secara umum, jumlah hio ganjil adalah untuk Dewa, Tuhan, Tokoh yang berjasa untuk masyarakat luas dan Mahluk Suci lainnya.
Ganjil dalam metaphysic Tiongkok adalah lambang dari unsur Yang atau positif.
Yang berjumlah genap adalah untuk leluhur, arwah yang meninggal, setan gentayangan.
Ketika melangkah masuk ruang sembahyang juga harus KAKI KIRI dahulu, yang maknanya adalah kita harus mengutamakan sifat-sifat kebajikan kita. Menancapkan hio dengan TANGAN KIRI juga artinya kita akan
selalu menancapkan kebajikan di alam langit dan alam bumi.
Tapi dalam masyrakat awam timbul keyakinan bahwa melangkah dengan kaki kiri akan membuat rejeki melimpah dan jika dimulai dengan langkah kaki kanan adalah mengacaukan tatanan alam semesta dan mengundang bencana.
Tentunya hal ini adalah salah kaprah kecuali satu hal yaitu melangkah dengan kaki kanan, yang mana adalah mengutamakan keburukan tentunya mengubah atau mengacaukan tatanan alam semesta.
Pada umumnya kita sembahyang mengunakan 1 atau 3 batang hio.
Tapi sebenarnya ada makna untuk berapa batang hio kita pakai dari untuk yang seharian sampai yang digunakan pada keadaan terdesak/ khusus.
1 Batang Hio biasanya Kauw Siu Thao, Para Dewa-Dewi di rumah untuk hari biasa kecuali Ce It dan Cap Go setiap bulannya.
3 Batang Hio umum buat Pai Thien ( Ti kong ), Para Dewa-Dewi dll.
5 Batang Hio biasanya untuk usaha /dagang ( khusus untuk Dewa Hok Tek Ceng Sin dan Dewa Cai Sen lainnya )
6 Batang Hio biasanya untuk keperluan orang lain
7 Batang Hio biasanya untuk mohon khusus dan juga untuk sesuatu hal membalikkan kepada orang lain.
8 Batang Hio biasanya dalam hal ini bila kesusahan/kesialan terus menerus menimpa.
9 Batang Hio pujian-pujian untuk semua makhluk-makhluk dan Dewa-Dewi ( Paling bagus kalau sembahyang jam 9 malam di rumah ).
12 Batang Hio agar semua makluk dapat kebahagiaan
36 Batang Hio kesuksesan dan keharmonisan
108 Batang Hio bila terdesak oleh keadaan atau ada permintaan khusus sekali.
Perlu Di Perhatikan :
– Usahakan saat menancapkan hio…usahakan berjejer seperti kipas. Tancaplah hio dengan hormat..jangan sembarangan.
– Khusus untuk 7 batang hio hanya digunakan bila terpaksa saja(keadaan terdesak)
– Khusus menggunakan 108 batang hio merah untuk sembahynag kepada THIEN ( Tuhan ) tepat jam 12 malam…Lalu sampaikan permintaan / permohonan anda. Minta ? Berdoa harus dengan hati yang tulus pada Thien ( Tuhan ) Setiap habis sembahyang, bakar Toa Kim 1 kunci, tulis nama, umur, shio dan alamat permohonan lalu dibakar di tempat yang bersih. Lakukanlah 3 malam berturut-turut.
-Hio warna merah khusus mohon sesuatu
-Hio warna kuning untuk sembayang biasa.
-Hio warna hijau biasanya untuk orang meninggal
Umumnya dalam Tao, Lima batang hio melambangkan lima arah.
Tujuh batang melambangkan tujuh bintang utara.
Dan duabelas batang melambangkan duabelas satuan waktu bumi.
Ini semua berkaitan dengan ritual mereka yang ditujukan untuk kasus-kasus spesifik. Tapi dimasyarakat beredar pandangan bahwa duabelas batang hio untuk permintaan kepada Tian dan harus dilakukan jam 12 malam karena
saat itu suasana hening dan sebagainya. Jam 12 malam dilakukan sembahyang atau meditasi ini berkaitan dengan pergantian qi alam semesta, dimana saat itulah unsur Yang menguat dan unsur Yin melemah dan dalam satuan pengertian zi di 12 cabang bumi adalah mulainya sesuatu yang baru. Artinya adalah berkaitan dengan perubahan waktu.
Ritual etnis Tionghoa memiliki banyak nilai filsafatnya dan arti tersembunyi, seperti mengapa harus menaruh hio diantara ke dua alis, kenapa harus ditaruh di tengah dada dan sebagainya. Arti menaruh hio ditengah dada adalah
menyalakan hio hati dan api hio hati itu harus selalu dijaga, artinya adalah kita harus melakukan kebajikan dan biarlah kebajikan kita itu bagaikan asap hio yang harum dan memberikan kebahagian kepada sekitar kita.
Untuk posisi diantara dua alis, ini berkaitan dengan titik jalan darah. Tapi bisa juga diartikan penghubung antara langit bumi dan manusia.
Hio warna hijau digunakan untuk mereka yang meninggal ketika berusia dibawah 60 tahun dan masih dalam masa berkabung satu tahun atau xiao xiang.
Etnis Tionghoa senang menggunakan simbol untuk menyatakan sesuatu, misalnya kain hitam yang dipasang di tangan ketika keluarga ada yang meninggal, posisi kain hitam di kiri artinya yang meninggal adalah ayah.
Guratan cat atau kertas putih di kaca rumah yang meninggal juga mengandung arti, Jika guratan itu adalah X artinya Ke-Dua orang tuanya sudah tidak ada, Jika guratannya dari kanan kekiri artinya pria atau orang tua laki-laki yang meninggal. Dengan melihat simbol itu, kita langsung tahu siapa yang meninggal dan ketika kita masuk ke dalam ruangan, kita bisa tahu yang mana mantu, cucu dalam, cucu luar dan sebagainya.
Sungguh di sayangkan apabila simbol-simbol ini dianggap suatu bentuk kemunduran, hal yang memalukan, kuno, ketinggalan jaman atau juga lambang iblis.
Sungguh ironis dan yang lebih menggelikan adalah orang Tionghoa sendiri yang memandang rendah tanpa tahu nilai atau artinya.
Mudah-mudahan berguna dan bermanfaat buat kita semuanya, semoga semua selalu sehat, selamat, sejahtera dan bahagia bersama keluarga.

(Visited 5,672 times, 1 visits today)