Abis Manis Sepah Dibuang Oleh Market Place Indonesia.

By | September 16, 2018

onlineshopDikisahkan di awal abad millennia ini, datanglah sejumlah penyelamat ekonomi rakyat Indonesia, yang di gadang-gadang bisa membuat ekonomi rakyat kecil terselamatkan. Sang penyelamat ini di panggil dengan Market Place, dengan berbagai nama besar seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan lain sebagainya. Maaf saya hanya sebut 4 merek tersebut secara gamblang, karena pernah belanja di ke 4 nama tersebut, sehingga apa yang akan saya tulis sebenarnya berhubungan dengan ke 4 merek tsb.

Diawal-awal berdirinya Market Place, tidak semua pedagang mau bergabung, sehingga yang menjadi target adalah pedagang kecil, umkm, pedagang baru, pedagang rumahan. Karena di iming-imingi bisa menaikan penjualan / omzet, maka para pedagang itu pun semua bergabung dengan Market Place, dan membuat Market Place terlihat ramai, banyak yang jualan.

Dengan semakin besarnya nama Market Place dan promo-promo yang dilakukan, para pedagang tersebut semakin tersenyum karena mendapatkan omzet yang lumayan tinggi. Dan semakin sengit persaingan, karena banyak pebisnis / pedagang baru yang bergabung, sehingga pie omzet semakin terbagi.

Persaingan antar pedagang semakin sengit, begitu juga persaingan para Market Place, ramai-ramai Market Place berusaha menjadi yang pertama menampilkan perubahan dan memberikan sesuatu yang baru, dari diskon, promo, flash sale, official shop, dan lain-lainnya.

Dan karena semakin legitnya omzet di Market Place ini, akhirnya pedagang besar pun melirik kue ini. Sebut saja nama-nama besar seperti unilever, p&g, unicharm, softex, Panasonic, Samsung, garuda food, dan lain-lainnya. Para pedagang besar ini semua bergabung di Market Place, dan dimasukan ke dalam kategori official shop.

Ada beberapa Market Place yang awalnya official shop, di berikan khusus untuk pedagang yang punya reputasi bagus, akhirnya pedagang yang punya reputasi bagus tersebut di geser, digantikan oleh para raksasa-raksasa pemilik merek.

Yah… yah… yah… akhirnya semua talk about money. Dimana ada gula disitulah semut berkumpul. Awalnya pedagang antipasti dengan yang namanya online shop, sekarang ramai, semua berlomba-lomba ikutan gak bahkan pemilik merek / pihak pabrik juga gak mau ketinggalan.

Jadi semua yang awalnya bagus, akhirnya kalah oleh kepentingan. Dan pedagang kecil tersebut akhirnya harus bersaing dengan raksasa pemilik merek. Yang mana kita sama-sama tau, ini lah yang disebut “ekonomi kapitalis” bukan ekonomi rakyat lagi. Sehingga untuk pemangku kebijakan dan regulasi di Indonesia, silakan di buat regulasi dan peraturan yang bisa menyelamatkan rakyatmu, bukan rakyatmu dimanfaatkan dan kemudian dilupakan karena diganti oleh para pemilik merek.

Tulisan ini penulis buat berdasarkan kisah nyata selama 2 tahun melihat perkembangan bisnis online, dan pengalaman berbelanja online.

Semoga para pemilik Market Place yang CEO nya masih orang Indonesia, kalau benar market place anda dulu ramai karena di bantu pedagang kecil, yang tolong para pedagang tersebut diberikan tempat bukan dilupakan.

Salam hormat dari salah satu rakyat 1ndonesia yang melihat ketidak adilan di dunia online Market Place.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *