Monthly Archives: September 2018

Abis Manis Sepah Dibuang Oleh Market Place Indonesia.

onlineshopDikisahkan di awal abad millennia ini, datanglah sejumlah penyelamat ekonomi rakyat Indonesia, yang di gadang-gadang bisa membuat ekonomi rakyat kecil terselamatkan. Sang penyelamat ini di panggil dengan Market Place, dengan berbagai nama besar seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan lain sebagainya. Maaf saya hanya sebut 4 merek tersebut secara gamblang, karena pernah belanja di ke 4 nama tersebut, sehingga apa yang akan saya tulis sebenarnya berhubungan dengan ke 4 merek tsb.

Diawal-awal berdirinya Market Place, tidak semua pedagang mau bergabung, sehingga yang menjadi target adalah pedagang kecil, umkm, pedagang baru, pedagang rumahan. Karena di iming-imingi bisa menaikan penjualan / omzet, maka para pedagang itu pun semua bergabung dengan Market Place, dan membuat Market Place terlihat ramai, banyak yang jualan.

Dengan semakin besarnya nama Market Place dan promo-promo yang dilakukan, para pedagang tersebut semakin tersenyum karena mendapatkan omzet yang lumayan tinggi. Dan semakin sengit persaingan, karena banyak pebisnis / pedagang baru yang bergabung, sehingga pie omzet semakin terbagi.

Persaingan antar pedagang semakin sengit, begitu juga persaingan para Market Place, ramai-ramai Market Place berusaha menjadi yang pertama menampilkan perubahan dan memberikan sesuatu yang baru, dari diskon, promo, flash sale, official shop, dan lain-lainnya.

Dan karena semakin legitnya omzet di Market Place ini, akhirnya pedagang besar pun melirik kue ini. Sebut saja nama-nama besar seperti unilever, p&g, unicharm, softex, Panasonic, Samsung, garuda food, dan lain-lainnya. Para pedagang besar ini semua bergabung di Market Place, dan dimasukan ke dalam kategori official shop.

Ada beberapa Market Place yang awalnya official shop, di berikan khusus untuk pedagang yang punya reputasi bagus, akhirnya pedagang yang punya reputasi bagus tersebut di geser, digantikan oleh para raksasa-raksasa pemilik merek.

Yah… yah… yah… akhirnya semua talk about money. Dimana ada gula disitulah semut berkumpul. Awalnya pedagang antipasti dengan yang namanya online shop, sekarang ramai, semua berlomba-lomba ikutan gak bahkan pemilik merek / pihak pabrik juga gak mau ketinggalan.

Jadi semua yang awalnya bagus, akhirnya kalah oleh kepentingan. Dan pedagang kecil tersebut akhirnya harus bersaing dengan raksasa pemilik merek. Yang mana kita sama-sama tau, ini lah yang disebut “ekonomi kapitalis” bukan ekonomi rakyat lagi. Sehingga untuk pemangku kebijakan dan regulasi di Indonesia, silakan di buat regulasi dan peraturan yang bisa menyelamatkan rakyatmu, bukan rakyatmu dimanfaatkan dan kemudian dilupakan karena diganti oleh para pemilik merek.

Tulisan ini penulis buat berdasarkan kisah nyata selama 2 tahun melihat perkembangan bisnis online, dan pengalaman berbelanja online.

Semoga para pemilik Market Place yang CEO nya masih orang Indonesia, kalau benar market place anda dulu ramai karena di bantu pedagang kecil, yang tolong para pedagang tersebut diberikan tempat bukan dilupakan.

Salam hormat dari salah satu rakyat 1ndonesia yang melihat ketidak adilan di dunia online Market Place.

HATI-HATI BELANJA DI LAZADA

Maaf yah Lazada, saya bukan mau menjelek-jelekan Lazada, tapi kenyataannya saya mengalami hal tersebut, dan saya mempunyai bukti untuk hal-hal yang akan saya sharing.

Lanjut guys, ceritanya begini yah. Ada barang murah di Lazada, dan lagi butuh nih ceritanya. Jadi mengebu-gebulah langsung daftar dan beli dan belinya punya duplicate.

Padahal belom pernah belanja di Lazada. Tapi tetap nekat belanja sampai beberapa orderan. Dan semua orderan dibayar langsung dengan klikbca dan lunas / selesai.

Tetapi, kasus nih, orderan dibatalkan oleh Lazada, wah… penasaran nih, akhirnya hubungi CS Lazada. Katanya dibatalkan karena tidak boleh orderan yang sama / duplicate. WOW… AJAIB!!! Saya bilang ke CS nya, kalo ga bisa yah di block aja di system nya seperti Market Place lain, CS nya gak bisa jawab.

Ya sudah lah, gak masalah di batalkan, toh itu haknya Lazada.

Tapi enng inng engg… Kasus baru muncul lagi, ternyata refund jadi voucher dan pengunaan voucher pun masalah, bisa baca di LAZADA, MARKET PLACE PENIPU.

LAZADA KACAU, semua bermasalah ternyata. Akhirnya contact CS nya lagi karena voucher tidak bisa dipakai juga. Dan CS memberitahu bisa Refund. ASYIK… ada solusi, diminta oleh sang CS untuk email nomor-nomor pesanan yang dibatalkan untuk direfund.

lazada-errorAMAJING… OI… setelah di email, 2 hari kemudian dibales, katanya supaya bisa direfund, pembeli harus memberikan buku tabungan dan KTP???? WTF AGAIN!!!! Peraturan BEGO TOLOL BLOON…. Bla.. bla… bla….

LAZADA MENGECEWAKAN, hey… itu uang customer yang sudah dibayar ke anda, dan itu di minta kembalikan karena anda membatalkan pesanan customer. KENAPA MALAH MINTA KTP ? MINTA BUKU TABUNGAN??? Emang mau bikin VISA???? Mau JUALAN di LAZADA??? (silakan lihat buktinya di foto terlampir, hal privasi saya hapus)

Pantesan saja bakar uang LAZADA tetapi kalah sama Market Place lain, Namanya gak terkenal, ternyata oh ternyata, sistemnya berantakan.

Semoga ada petinggi Lazada yang membaca, dan dapat segera melakukan perbaikan, sebelum KAPAL LAZADA semakin tengelam.

LAZADA, MARKET PLACE PENIPU

lazadaLagi panas nih sama Lazada, gara-gara saya belanja, dibatalkan, tetapi pengembalian dana dengan syarat minta tabungan dan ktp. WTF!!!!!

Ok tenang-tenang, masalah akan saya bahas di judul tulisan yang lain. Disini saya akan cerita bagaimana Lazada melakukan PENIPUAN.

Contoh case:

Saya belanja baju seharga 10.500 + ongkir 1.000 = total 11.500, lalu saya bayar ke Lazada via klikbca. Pembayaran selesai, dan orderan masuk dalam proses oleh Lazada.

Lalu Lazada menolak orderan saya. DAN… uang tidak di kembalikan oleh Lazada. Tetapi di kasi lah voucher seharga 11.500 oleh Lazada.

Ok fine. Masi bisa belanja lah pakai voucher tersebut.

Lalu coba lah belanja barang yang lain seharga 10.500 + ongkir 1.000 = total 11.500 dan gunakan voucher 11.500

AJAIB… 1.000 tidak tidak bisa dipakai (hangus), katanya ongkir tidak bisa pakai voucher!! Raib uang customer.

Lazada batalkan pesanan, kasi customer voucher, berharap customer tetap belanja, tetapi voucher tersebut apabila digunakan belanja lebih kecil nilainya tidak di kembalikan uang nya, dan voucher tidak bisa digunakan untuk bayar ongkir. WALAH…. Voucher itu uang customer lho!!!

GILA!!!! Jaman gini, masih nipu… ALAMAK… Tunggu saja kena kutukan social media.

SALAM LAZADA KORUP!!!

Apabila perlu bukti, saya dapat berikan, karena sudah chat juga juga cs lazada, dan jawabnya sama spt penjelasan saya di atas.