SHOPEE dengan segudang Bug nya.

By | May 15, 2017

indexSemakin hari semakin seru memantau dan mempelajarin ecommerce / market place yang sedang jor-joran di Indonesia.

Salah satu nya Shopee yang selalu setia memberikan free ongkos kirim kepada customer nya. yang mana ini juga yang dilakukan oleh Alibaba di China beberapa tahun yang lalu.

Apakah shopee dapat sebesar Alibaba nantinya? Atau di beli Alibaba? Tidak ada yang tau, karena masa depan adalah misteri.

Ok, kita kembali kepada hasil pengamatan saya mengenai aplikasi shopee. Dari aplikasi di hp sampai aplikasi seller center nya untuk penjual. Disini wow, ternyata banyak “hole” dan bug nya.

Soal “hole” kita abaikan saja, karena itu urusan teknis sekali, dan saya juga bukan expert disana, bisa-bisa kena somasi nanti kalo saya publish “hole” nya. Jadi kita focus di bug nya saja yah. Karena ini adalah hal umum dan semua orang bisa ketahui. Hanya mau aware atau tidak saja.

Bug pertama : di aplikasi shopee kalo kita belanja dengan tujuan kota-kota yang tidak terlalu terkenal yang terletak dipelosok-pelosok, itu akan terjadi hitungan ongkos kirim yang salah lho alias lebih murah, (maaf tidak bisa saya sebutkan kota-kota nya, nanti kasihan shopee jebol dan penjualnya jebol juga). Contoh ke kota x, itu kalau di cek di JNE harga ongkir nya 1kg adalah 39 ribu, dishopee hanya 32 ribu.

Bug kedua : di seller center penjual, penjual tidak bisa tahu ongkir yang akan dibayar oleh shopee, jadi ini bisa menimbulkan konflik antara penjual dan shopee dikemudian hari.

Bug Ketiga : di seller center penjual, penjual tidak bisa tahu apakah pembeli masih di subsidi free ongkir atau tidak, ini juga bisa menimbulkan konflik penjual dan shopee di kemudian hari.

Bug Keempat : shopee sangat bergantung sama system jne, apabila system JNE lagi bermasalah / down, maka mampus lah kalian wahai penjual dan pembeli, status kiriman anda tidak akan bisa terupdate. Padahal penjual sudah input resi tetapi status di shopee tetap tidak berubah menjadi terkirim. Jadi ada kemungkinan terjadi potensi konflik antar penjual dan pembeli, karena status yang salah dari Shopee.

Bug Kelima : Ini yang kasihan penjual, barang baru saja dikirim dimana masa kirim blom berakhir, tetapi eng.. ing … eng… pembeli bisa batalin lho. Penjual bakalan kewalahan dan geleng2 untuk tarik barang nya dari JNE.

Ah… cape juga kalo ngomongi masalah bug ini, masih banyak bug-bug nya, tapi Karena free ongkir, dan omzet shopee yang sangat gede segede gaban, jadi siapa yang peduli dengan bug-bug tsb. Bukan begitu SHOPEE?

Jadi selama free, semua senang, dan “hole”, bug, dan kesalahan operational menjadi nomor sekian bahkan tidak diperhatikan, itulah yang biasanya terjadi, sampai suatu saat mereka menyadari tetapi sudah telat. Karena kerusakan-kerusakan yang telah terjadi sangat lama, ibarat luka sudah bernanah teman. Sudah perlu di amputasi, sudah tidak bisa diobati.

Semoga petinggi-petinggi SHopee, yang di dominasi oleh anak2 muda generasi millennia dapat sadar dan memperbaikin.

Penulis menulis ini berdasarkan hasil testing yah, bukan mengada-ada. Apabila diperlukan bukti, silakan hubungi penulis, penulis dapat berikan bukti2 nya.

(Visited 521 times, 4 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *