Hati-hati berjualan di Bukalapak

By | April 14, 2017

Hari ini libur, jalan-jalan lah saya ke tempat sepupu yang sudah lama tidak bersua, walaupun hanya 1km dari rumah tempat tinggal nya, karena kesibukan masing-masing jarang lah kami berjumpa.

Berhubung hari ini libur tidak kerja, dan lagi tidak ada sidejob, saya main lah ke tempat sepupu saya.

bukalapakSingkat cerita, dia buka toko dan saat ini jualan juga di Bukalapak. Dan saat ini dia sedang ada transaksi yang  dananya blom cair dari bukalapak karena kesalahan dari bukalapak / gojek menurut dia. Lalu saya bertanya kenapa bisa begitu, lalu dia cerita lah panjang kali lebar.

Jadi tanggal 5 ada salah satu transaksi di bukalapak, dan telah di pickup oleh gojek, tetapi di complain oleh pembeli tidak sampai. Lalu pada tanggal 5 tersebut juga dia sudah complain ke bukalapak sebagai penyedia layanan.

Tanggal 5 tersebut sudah di jawab oleh Bukalapak sbb: (ini saya quote yah)

“Baik, saat ini kami sudah melakukan follow up dengan pihak GO-JEK.

Mohon kesediaannya menunggu terlebih dahulu ya :)”

Tetapi sampai tanggal 10 dari pihak bukalapak tidak ada informasi lanjutan, jadi asumsi sepupu saya sebagai penjual, berarti sudah beres, karena sesuai aturan bukalapak H+2 utk gojek dana bisa cair kalo pembeli tidak complain, tapi kok dana tidak cair.

Lalu dibuatlah complain lagi tanggal 10 ke bukalapak utk tanya perihal dana. Alangkah terkejutnya saudara-saudara, ternyata kata bukalapak dana tidak bisa cair karena barang blom sampai ke pembeli.

WOW AMAZINGGGGG,  Ini tanggal 5 kan sudah di complain, kenapa tidak ada penyelesaian? dan juga tidak ada informasi apapun dari pihak bukalapak. MANA TANGGUNG JAWAB NYA SEBAGAI MARKET PLACE???

Lalu pihak bukalapak minta kronologi, dan di cerita kan lah semua kronologi nya, dan singkat cerita setelah semua informasi sudah diberikan, tidak ada jawaban lagi dari bukalapak.

Lalu katanya hari ini tanggl 14, dia email lagi tanya mengenai masalah ini, ANOTHER AMAZING THING AGAINNNN, diminta bukti gojek  ini saya quote lagi yah:

“- Pukul Berapa driver datang

– Menggunakan atribut GO-JEK atau tidak

– Dan sertakan bukti otentik lainnya yg menyatakan bahwa barang sudahdi pick up oleh driver seperti, : Buku tamu, log pangilan atau fotoKTP driver.”

Coba lihat poin ketiga, itu  saya yang lihat saya geleng-geleng.

Minta Buku tamu?? WHATTTTT???? Emang toko itu ada buku tamunya?

Minta Log panggilan? Panggilan apa? Emang gojek nya di panggil sendiri? Kan di panggil pakai aplikasi bukalapak.

Minta Foto KTP Driver??? GILAAAAA, jadi setiap gojek yang datang pickup barang harus difoto KTP nya,

Lalu saya coba cari aturan-aturan yang mengharuskan bukti-bukti tersebut, dan ternyata, TIDAK ADA ATURAN TERSEBUT DI BUKALAPAK.

Lalu saya coba cek lagi semua email yang dibales oleh bukalapak, oh ternyata oh ternyata, tidak ada nama staff bukalapak nya.

Jadi dapat di simpulkan untuk saat ini menurut penulis, BUKALAPAK TIDAK PROFESIONAL. Kenapa? Karena telah meminta hal-hal yang di luar aturan dan prosedur, kedua tidak menyelesaikan masalah pada saat  di complain tetapi seperti dibiarkan mengambang dan hilang, ketiga tidak berani mencantumkan nama staff yg bales complain ini memperlihatkan tidak ada tanggung jawab.

Mungkin penulis ada kesalahan / ada salah baca aturan bukalapak, tetapi ini adalah kejadian real, apabila dibutuhkan, penulis dapat memberikan bukti email2 tersebut dan nomor transaksi yang telah dicomplain pihak penjual.

Akhir kata, apabila ada yang kenal sama petinggi di Bukalapak, silakan di share informasi ini, supaya petinggi nya aware, sehingga dapat memperbaikain system dan operational di bukalapak.

(Visited 218 times, 1 visits today)

One thought on “Hati-hati berjualan di Bukalapak

  1. Pingback: System GOSEND by GOJEK yang Belum Siap | Nexttica

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *